RSS

Berjudi Dengan Tuhan

Seorang teman pernah menanyakan bahwa hidup itu ibarat perjudian. Saya menimpalinya dengan menanyakan kalau hidup itu ibarat perjudian lalu siapa yang berjudi dn dengan siapa. Kawan saya itu berkata bahwa hidup didunia ini seperti berjudi dengan Tuhan. Maksudnya Tuhan jadi Maha Bandar, dan manusia menjadi penjudinya. Taruhannya surga dan neraka. Detilnya mungkin begini.
Tuhan : “Oke manusia, ente mo pilih mana. Surga atau neraka? Ente Ane kasih hidup didunia ini. Terserah ente mo ngapain aja juga boleh. Rule of the gamenya, aturannya ente nanti pasti mati. Tapi, ente gak Ane-kasih tau kapan ente mati. Kapan Ane mo ambil nyawa ente, Ane ambil seketika karena nyawa ente punya Ane”. Demikian mungkin kata Tuhan kepada manusia dulu sebelum manusia lahir.
Lalu, lanjut Tuhan berkata :”Terus, ente boleh pilih berbuat baik sampe ente mati, artinya ente menang. Imbalannya Surga, yang Ane jamin pasti enak, enak, enak……..enakkk forever deh. Tapi sebaliknya, kalau ente pilih berbuat seenak udel ente sambil ngumbar nafsu, ya boleh2 aja. Itu juga hak ente dan pilihan ente sendiri. Kalau ente mati dalam kondisi berkubang dengan nafsu serta bergelimpang dosa, ya gak masalah. Tapi, itu artinya ente kalah. Imbalannya : neraka, yang Ane jamin pasti bukan tempat yang senikmat ente bayangkan atau pernah bayangkan sekalipun. Terserah ente pilih yang mana?”
Manusia (dasar manusia?) pun iseng Tanya. “Terus Tuhan, kalau tuhan kalah nanti gimana?”
Wong Tuhan kok ditanyain seperti itu. Dasar manusia. Tuhan pun menjawab sambil mesem, senyum (sudah tau kalau ada manusia yang iseng). “Lho, Ane kan yang Maha Bandar, Maha Menang, Maha Segalanya. Gak mungkin Ane kalah dalam artian sejatian kalah. Wong kamu itu juga ciptaan Ane kok . Ane ini kan Cuma mau nguji ente”. Demikian tegas Tuhan menjawab keisengan manusia.
Manusia pun hidup didunia, tapi pasti tidak untuk selamanya. It’s guaranted by Him. Perjudian dengan Tuhan pun dmulai dan berlangsung hingga saat sekarang ini. Permainan judi iipun tetap dimainkan oleh manusia hingga nanti dihari terakhir.
Yang menarik dari perjudian dengan Tuhan, dari perspektif keimanan kita adalah hasilnya, insya Allah, pasti dan jelas.
Perjudian dengan Tuhan bukan seperti perjudian dengan manusia atau ciptaan manusia. Perjudian dengan Tuhan ini kemungkinansebetulnya jelas-jelas untuk memudahkan alias mengenakkan manusia. Perjudian dengan ciptaan manusia penuh dengan rekayasa dan penuh trik untuk memperdahya para pemainnya. Bandar perjudian pasti harus menang. Para pejudi haruslah kalah tumpas segala yang dia punya. Bila perlu kehormatannya sebagai manusia pun diimbas sebagai bahan pertaruhannya.
Namun, tidak demikian halnya dengan perjudian ‘yang ditawarkan’ oleh TUhan. Tuhan tidak butuh kemenangan, karena dia Maha Menang. Tuhan tidsk butuh kekalahan dari penjudi yang bertaruh denganNya, karena dia Maha Penyanyang kepada siapa saja. Dia menawarkan perjudian yang mudah kepada para manusia dengan ganjaran yang luar biasa untuk diperbandingkan dengan apa yang dipertaruhkan.
Cerita diatas hanyalah hasil obrolah omong kosong dengan rekan penulis belaka. Namun, kerangka “perjudian” tersebut boleh jadi dapat digunakan untuk mengamati pola tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari kita. Kerangka itu juga dapat kita pergunakan untuk mengelompokkannya.
Kelompok pertama adalah kelompok yang mengambil posisi memilih surga. Mereka yang masuk kelompok ini memilih hidup dengan perilaku yang aik selama hidup hingga matinya. Dia meyakini bahwa Tuhan itu ada, Muhammad itu Rasul-Nya, dan seterusnya serta meyakini bahwa surga dan neraka itu ada.
Kelompok kedua adalah kelompok yang mengambil posisi memilih neraka. Mereka yang masuk kelompok ini memilih hidup dengan perilaku yang bertolak belakang dengan kelompok yang pertama. Mereka hidup dengan perilaku yang buruk selama hidup hingga matinya. Dia meyakini bahwa Tuhan itu tidak ada, Muhammad itu adalah pembohong besar, serta seterusnya serta tidak meyakini  bahwa surga dan neraka itu tidak ada. Kata-kata mereka mungkin mirip dengan ini, “Kalo mau mati, ya mati aja. Selesai.  Tubuh ini jadi abu. Musnah. Finish”
Kelompok ketiga adalah kelompok yang mengambil posisi dua-duanya. Mereka yang masuk kelompok ini memilih hidup dengan perilaku yang kadang berbuat baik, kadang juga berbuat buruk. Mereka ada yang percaya Tuhan dan ada pula yang tidak percaya dengan Tuhan. Ada yang percaya dengan nabi Muhammad dan ada juga yang tidak. Pokoknya kalau lagi pengen berbuat baik ya baik aja, tapi pas pengen jahat ya sesekali ga apa-apalah.
Dari ketiganya, dengan kerangka “perjudian” diatas, maka mereka yang memilih masuk kelompok yang pertamalah yang paling beruntung. Lalu, mungkin, kelompok yang paling beresiko adalah kelompok kedua.
Nah, kalau “perjudian” itu ditawarkan kepada anda. Manakah yang akan anda ambil? Mau masuk kelompok manakah anda??? Hanya anda yang bisa menentukan jawabannya.

Oleh Singgih Agung


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Post a Comment